Pendekatan Dan Stategi Pembangunan Daerah Kabupaten Blitar Dilihat Dari Potensi Daerah Yang Ada

PENDAHULUAN:
Latar Belakang: Kabupaten Blitar adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Beribukota di Blitar, kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Kediri di sebelah utara, Kabupaten Malang di sebelah timur, Samudra Hindia di sebelah selatan, dan Kabupaten Tulungagung di sebelah barat. Kabupaten Blitar memiliki 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 220 desa dan 28 kelurahan.
Gunung Kelud (1.731 m dpl), salah satu gunung api strato yang masih aktif di Pulau Jawa yang terletak di bagian utara kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri. Bagian selatan Kabupaten Blitar (yang dipisahkan oleh Sungai Brantas) dikenal sebagai penghasil kaolin dan dilintasi oleh Pegunungan Kapur Selatan. Pantai yang terkenal antara lain Pantai Tambakrejo dan Pantai Jalasutra.
Blitar tersebut merupakan atau bisa di bilang kota sejarah, karena kota ini terdapat makam presiden pertama republic Indonesia yaitu Presiden Soekarno. Daerah tersebut juga menyisihkan banyaj cerita sejarah bangsa Indonesia.
Blitar, baik kota maupun kabupaten, terletak di kaki Gunung Kelud, Jawa Timur. Daerah Blitar selalu terkena lahar Gunung Kelud yang sudah meletus puluhan kali terhitung sejak tahun 1331. Lapisan-lapisan tanah vulkanik yang banyak ditemukan di Blitar pada hakikatnya merupakan hasil pembekuan lahar Gunung Kelud yang telah meletus secara berkala sejak bertahun-tahun yang lalu.
Keadaan tanah di daerah Blitar yang kebanyakan berupa tanah vulkanik, mengandung abu letusan gunung berapi, pasir, dan napal (batu kapur yang tercampur tanah liat). Tanah tersebut pada umumnya berwarna abu-abu kekuningan, bersifat masam, gembur, dan peka terhadap erosi. Tanah semacam itu disebut regosol yang dapat dimanfaatkan untuk menanam padi, tebu, tembakau, dan sayur mayur. Selain hijaunya persawahan yang kini mendominasi pemandangan alam di daerah Kabupaten Blitar, ditanam pula tanaman tembakau di daerah ini. Tembakau ini mulai ditanam sejak Belanda berhasil menguasai daerah ini sekitar abad ke-17. Bahkan, kemajuan ekonomi Blitar pernah ditentukan dengan keberhasilan atau kegagalan produksi tembakau.
Sungai Brantas yang mengalir dari timur ke barat membagi Kabupaten Blitar menjadi dua, yaitu bagian utara dan selatan. Bagian selatan Kabupaten Blitar (sering disebut Blitar Selatan) kebanyakan tanahnya berjenis grumusol. Tanah semacam ini hanya produktif bila dimanfaatkan untuk menanam ketela pohon, jagung, dan jati.
Sungai Brantas merupakan sungai terpanjang kedua di Jawa Timur setelah Bengawan Solo (sebagian mengalir di wilayah Jawa Tengah). Sungai ini memegang peranan penting dalam sejarah politik maupun sosial Provinsi Jawa Timur. Sungai yang berhulu di Gunung Arjuno ini turut membawa unsur-unsur utama dari dataran tinggi aluvial di Malang yang bersifat masam sehingga menghasilkan unsur garam yang berguna bagi kesuburan tanah.
Di Kabupaten Blitar, aliran air Sungai Brantas diberi tambahan unsur utama sehingga menyebabkan daerah dataran rendah aluvial yang dilintasi Sungai Brantas, seperti Tulungagung dan Kediri, memiliki tanah yang subur.
Kabupaten Blitar dilintasi oleh jalan provinsi yang menghubungkan daerah ini dengan Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Malang. Stasiun-stasiun yang berada di Kabupaten Blitar adalah Stasiun Garum, Talun, Wlingi, Kesamben, dan Pohgajih. Adapun terminal bus dan angkutannya hanya ada di Kesamben, Lodoyo, Kademangan, dan Gawang (Bakung). Banyak sektor-sektor yang dapat dilihat di kota Blitar tersebut, diantaranya adalah sektor pertanian, industri, perdagangan, perikanan dan lain sebagainya. Dalam sector pertanian setiap tahunnya produksi perkebunan tebu, karet dan kakao lumayan berkembang. Dari persentase tiap tahunnya mengalami peningkatan meskipun peningkata produksinya kecil.
Tenaga kerja dengan potensi yang cukup untuk dikembangkan kabupaten Blitar adalah minyak kenanga, gula kelapa, mesin bubut kayu, nanas, barang - barang perhiasan chip dan perak. Dari semua lima macam barang komoditi, yang dapat menjangkau pasar ekspor adalah perhiasan, minyak kenanga, dan perak. Minyak kenanga kebanyakan dijual kepada Negara-negara Eropa (Perancis, Inggris, Jerman), Amerika, Jepang, Singapura. Barang - barang perhiasan perak adalah (gelang-gelang, anting-anting, kalung-kalung dan bros-bros) yang kebanyakan dijual ke negara Australia, Selandia Baru dan Jepang.
Keberadaan dari industri-industri kecil, kerajinan tangan dan industri rumah tangga lain hanyalah untuk pasar regional dan lokal. Kemungkinan untuk mengembangkan dan mempromosikan ke level medium dan besar-besaran, tergantung pada peran dari jasa perbankan.
Industri besar di dalam sektor ini, berprospek sumber daya tambang yaitu, pasir besi yang bergantung pada investasi otonom. Sementara itu, riset untuk memproyeksikan mutu dan kapasitas dari sumber daya tambang ini adalah perlu membuat proyeksi pada industri tambang.
Bertani tanaman pangan dan hortikultura di kabupaten yang mempunyai tanah yang subur, terutama di dalam wilayah bagian utara; mempunyai kemungkinan pengembangan sektor pertanian harus ditekankan pada sistem pengembangan pertanian dan tumpang sari. Di dalam kontroversi, wilayah selatan mempunyai suatu prospek untuk mengembangkan sektor pertanian, terutama untuk hortikultura, komersil dan menanam industri. Tanaman pangan utama di Jawa Timur dan terutama di kabupaten Blitar (sebagai salah satu kabupaten yang subur) adalah: Padi (238,65411 ton), Jagung beras (3900 ton), Gandum, Singkong (16385 ton), Ubi manis (7203 ton), Kacang kedelai (14105 ton), Kacang tanah, kacang-kacangan, Buah, Sayur-mayur.
Dalam sektor perikanan, Pengembangan Kolam Air Bersih dari kolam air bersih di kabupaten Blitar mempunyai kemungkinan usaha yang membuat sistem irigasi lebih efektif. Peluang investasi di dalam sektor ini, benar-benar ditekankan pada kolam air bersih yang berisi bermacam-macam jenis ikan kolam seperti; 'Gurami', Mujair, Lele, 'Gabus', kodok, dll. Ikan hias seperti; Malu, ' komet', 'Oskar', Molly Hitam, dll.
Perkembangan setiap sector-sektor di kabupaten Blitar ini sangat terkoordinir dan efisien dalam implemetasinya. Makalah ini akan berusaha menjelaskan model pembangunan dan strategi pembangunan Kabupaten Blitar dengan melihat dari potensi, maupun hambatan-hambatan dalam pembangunan.
Rumusan Masalah : 1.Mengetahui gambaran umum daerah Kabupaten Blitar? 2.Mengetahui potensi dan permasalahan yang dihadapi Kabupaten Blitar? 3.Mengetahui strategi pembangunan daerah Kabupaten Blitar ?

PEMBAHASAN: Untuk Pembahasan dan analisis masing-masing sektor di kabupaten blitar silahkan klik disini.

Jangan lupa cantumkan sumber dan komentnya gan. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar