Mekanisme Tarsmisi Kebijakan Moneter

PENDAHULUAN
  1. Latar Belakaang: Mengenai bagaimana gejala moneter (yaitu gejala di pasar uang, yang biasa disebut juga gejala nominal atau nominal phenomenon) disalurkan kesektor nyata atau riil/riil sector, dimana variable-variabel seperti misalnya kesempatan kerja, output, investasi, konsumsi, export dan tingkat upah ditentukan. Menurut beberapa kelompok pemikir ekonomi dengan urutan sebagai berikut : mazab teori kuantitas uang tradisional, mazab kuantitas uang modern, mazab kuantitas uang Keynesian tradisional dan akhirnya mazab Keynesian modern. Kalau disuatu pihak teori kuantitas modern pada asasnya mempertahankan mekanisme transmisi yang diwariskan dari teori kuantitas tradisional sebagai mekanisme transmisi langsung mazab Keynesian modern dilain pihak, mempertahankan mekanisme transmisi tidak langsung yang diwarisinya dari Keynesian.
  2. Rumusan Masalah: 1)Bagaimana gejala moneter mempengaruhi sektor riil, 2)BAgaimana pendapat  mekanisme transmisi dari beberapa kelompok pemikir ekonomi.
PEMBAHASAN
  1. Teori Kuantitas Uang:  Teori kuantitas uang merupakan suatu doktrin ekonomi yang sangat tua dan masih dapat bertahan sampai saat ini. Pada asasnya teori kuantitas uang merupakan suatu hipotesis mengenai penyebab utama nilai uang atau tingkat harga. Teori ini menghasilkan suatu kesimpualan bahwa perubahan nilai uang atau tingat harga merupakan akibat adanya perubahan jumlah uang yang beredar. Bertambahnya jumlah uang beredar dalam masyarakat akan mengakiabatkan nilai uang itu akan menurun. Oleh karena menurunya nilai uang mempunyai makna yang sama dengan naiknay tingkat harga, maka kesimpulan teoritik yang dihasilkan oleh teori kuantitas uang, biasanya juga diungkapkan : bertambah (berkurangnya) jumlah uang yang beredar mempunyai tendensi mengakibatkan menaiknya (menurunnya) tingkat harga. Pada tahun 1974 Thomas M. Humphrey menjelaskan garis yang membatasi teori kuantitas uang dari teori-teori lainnnya dengan menunjukkan bahwa teori kuantitas uang menggunakan lima postulat pokok yaitu : … Untuk kelanjutannya silahkan klik disini.
Jangan lupa cantumkan sumbernya dalam mengutip. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar